Begini Asuransi dan Investasi Pendidikan yang Tepat

Produk investasi yang sesuai untuk dana Pendidikan dan bagaimana cara mempersiapkannya. Serta apakah benar asuransi Pendidikan bisa membantu anda mempersiapkan dana Pendidikan?

Apa saja yang bisa yang harus anda lakukan?

Menentukan Profil Risiko Investasi Pribadi
Memahami profil risiko investasi menjadi satu hal yang wajib, agar dapat memilih instrumen invetasi yang sesuai dengan tingkat kesanggupan dalam menerima keuntungan maupun kerugian. Untuk mengetahui profil risiko, apakah karakter investasi Anda konservatif, moderat atau agresif, Anda hanya cukup memilih jawaban dari daftar pertanyaan yag tersedia dalam form isian.

Form isian ini dapat anda peroleh di internet atau diberikan dalam berbagai acara yang digelar oleh IARFC Indonesia yang terlampir dalam form Financial Check up.

Nah, setelah mengetahui karakter profil risiko anda dapat menentukan ke mana berinvestasi, apakah deposito, apakah reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau reksa dana saham, atau saham atau properti.

Menghitung Alokasi Investasi yang Harus Dilakukan
Langkah selanjutnya adalah, menghitung alokasi investasi yang harus dilakukan agar target di atas terpenuhi.

Berdasarkan contoh biaya kuliah di atas, untuk memenuhi Rp 685 jutaan, setidaknya butuh investasi sekitar Rp 3 jutaan dengan penempatan rutin secara bulanan untuk 8 tahun pertama, dan jumlah ini akan berkurang dari tahun ke tahun. Untuk penempatan sekaligus di awal butuh sebesar Rp 208 jutaan. Angka tersebut dihitung, sesuai kebutuhan investor karakter profil moderat.

Menghitung Kebutuhan Asuransi Pendidikan yang Harus Dibeli
Berbicara asuransi (jiwa) atau proteksi pendapatan, seharusnya menyediakan sejumlah dana, mulai dari hutang yang masih ada, biaya hidup sehari-hari, investasi pendidikan, investasi lain, dll yang akan diterima oleh ahli waris, untuk melanjutkan kehidupan dan tujuan-tujuan keuangan di atas. Jumlahnya tergantung metode penghitungan yang digunakan, apakah HLV (Human Live Value), IBV (Income Based Value), Sustainable Live value ataukah metode faraidh.

Karena membicarakan Asuransi Pendidikan, maka dianggap bahwa tujuannya hanya menyediakan biaya pendidikan jika sewaktu-waktu pencari nafkah utama terminal atau final atau berpulang.

Berapa asuransi pendidikan yang harus disediakan atau dibeli? Berdasarkan contoh di atas, maka Uang pertanggungan (UP) hanya untuk asuransi pendidikan yang harus dibeli adalah sejumlah total biaya pendidikan dari PAUD hingga lulus Perguruan Tinggi (PT). Silakan dijumlah berapa biaya yang dibutuhkan hingga lulus PT.

Dan cek apakah UP asuransi pendidikan yang Anda miliki setidaknya sejumlah tersebut dan dengan pemegang polis dan peserta adalah pencari nafkah utama? Jika peserta adalah si Anak, maka Anda termasuk 9 dari 10 orang yang salah beli asuransi.

Juga apakah nilai tahapan asuransi pendidikan yang cair setiap jenjang atau setiap tahun kenaikan, sejumlah kebutuhan biaya pendidikan setiap jenjang atau setiap tahun nanti pas saat masuk (Future value)?

Jika tidak maka saatnya anda berkonsultasi kepada Financial Planner RFC Anda, karena bisa jadi Anda mengalami salah Instrumen investasi, bukan salah produk lagi. Ibarat kata dari Jakarta ke Jepang Anda harusnya menggunakan pesawat, Anda menggunakan jalan darat. Nyampe sih, tapi kan buang-buang waktu dan biaya, kecuali memang longgar waktu dan biaya.

Mencari Produk Investasi dan Asuransi yang Sesuai
Produk Investasi di Indonesia untuk jenis reksa dana saja sudah berjumlah ratusan dari berbagai Manager Investasi (MI), belum jenis atau instrumen investasi yang lain, dari sukuk, ORI, dan lainnya.

Padahal Anda hanya akan menggunakan beberapa produk bahkan mungkin hanya 1 produk, tergantung dari jumlah nominal investasi, yang sesuai dengan profil resiko Anda dan harapan atau ekspektasi imbal hasil atau ROI (Return of Investment). Pengetahuan tentang produk ini menjadi sangat penting.

Begitu juga untuk produk asuransi, selain produknya beragam, mulai dari asuransi jiwa berjangka atau Term Life, endowment, whole life dan Unit Link.

Jumlah perusahaan asuransi juga tidak sedikit, membuat Anda harus jeli memilih yang sesuai dengan tujuan asuransi, dengan Uang Pertanggungan (UP) atau santunan ahli waris, yang sesuai kebutuhan dengan premi yang paling murah di antara beberapa produk yang sama dari beberapa perusahaan asuransi yang berbeda.

Setidaknya Anda membandingkan 4 produk yang sama dari 4 perusahaan asuransi yang berbeda, semakin banyak akan semakin bagus.

Ingat juga untuk memilih perusahaan asuransi atau Manager Investasi (MI) sesuai syarat-syarat ; lama berdiri, ketangguhan terhadap masa krisis baik produk maupun perusahaan, jumlah Dana kelolaan, kepemilikan, status di OJK, dll. Jangan sampai niat investasi dan asuransi malah tertipu oleh investasi bodong atau abal-abal.

About Us

Career Development Center (CDC) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarata (FE UNJ).

©2019 CDC FE UNJ. All Rights Reserved.

Search