I-BOS: KARYA MAHASISWA BSO KSEI FE UNJ YANG BERKIPRAH DALAM AJANG KARYA TULIS NASIONAL

I-BOS: KARYA MAHASISWA BSO KSEI FE UNJ YANG BERKIPRAH DALAM AJANG KARYA TULIS NASIONAL

Mahasiswa sebagai kaum cendikiawan identik akan ide kreativitas dan inovasinya dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh bangsa. Mahasiswa dituntut untuk menuangkan gagasannya dalam berbagai karya persembahan anak bangsa, seperti karya tulis ilmiah contohnya. Tak hanya sebuah gagasan belaka, mahasiswa dituntut untuk mengabdikan diri kepada masyarakat melalui sejumlah prestasi yang ditorehkan untuk segera direalisasikan. Sebagai civitas akademika khususnya mahasiswa aktif fakultas ekonomi haruslah menimbulkan kepekaan rasa sosial terhadap masalah yang terjadi di bidang ekonomi meliputi: kesenjangan sosial, kemiskinan, pengangguran, kriminalitas kerap menghampiri di Indonesia.

Berangkat dari berbagai tuntutan dan keresahan terhadap masalah yang terjadi di bidang ekonomi, Karil Maulita dan Nursafitri mahasiswi Pendidikan Ekonomi 2016 mengumpulkan studi literatur dan mengikuti ajang perlombaan Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diadakan oleh Center Studies Islamic Economics, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universtas Brawijaya Malang Jawa Timur dalam acara Call for Paper Competition 5th Shariah Economic Event South East Asia (SEVENTSEAS) dengan tema “optimizing the philantropy of islamic economics to achieve an independent society’s economy”

Adapun karya tulis yang mereka angkat berjudul “I-BOS (Inkubator Bisnis Online Syariah) sebagai pemberdayaan sharia entrepreneur guna mewujudkan Indonesia Mandiri 2025 Studi Kasus-Pasar Tradisional Jaya Sunan Giri Jakarta Timur”. Ide kreatif tersebut berangkat dari permasalahn usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang sangat pelik diantaranya: kurang terampilnya sumber daya manusia dalam mengelola usaha (kementerian perdagangan, 2017), terbatasnya akses sumber modal kerja, motivasi dalam mengembangkan usaha yang rendah (LPPM,2018), terkendala regulasi pemerintah pusat ketika mengurus perizinan usaha, serta minimnya literasi keuangan pada pelaku UMKM (Gubernur Bank Indonesia, 2018). Namun disamping permasalahan yang telah disebutkan, terdapat pula potensi luar biasa, diantaranya : Bank Indonesia di tahun 2024 menargetkan Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan islam di Dunia, UMKM di Indonesia dapat menyerap jumlah tenaga kerja sebesar 57,9 juta jiwa (kementerian umkm, 2018), dan potensi perkembangan dunia digital di Indonesia yang mana berkaitan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0 di Indonesia berkembang cukup pesat. Hal tersebut dibuktikan dari total penduduk Indonesia sebesar 50% atau 132,7 juta jiwa adalah pengguna internet aktif. Berdasarkan data tersebut, para pelaku UMKM harus diberdayakan melalui aplikasi I-BOS. I-BOS merupakan suatu program yang didesain sebagai sarana pemberdayaan dan percepatan keberhasilan pengembangan bisnis sesuai dengan syariat Islam. Melalui rangkaian program permodalan akad syariah, dukungan kemitraan / pembinaan elemen bisnis lainnya dengan tujuan menjadikan usaha tersebut perusahaan yang berbasis sharia profitable. Hal tersebut diwujudkan dengan memiliki pengelolaan organisasi dan keuangan yang benar, sistem marketing syariah yang tepat, serta menjadi perusahaan yang sustainable, hingga akhirnya memiliki dampak positif bagi masyarakat dan membawa mashlahah bagi umat Islam.

Dalam ajang tersebut, berkat Ridho Allah dan dukungan dari berbagai pihak, jajaran dekanat, dosen pembimbing dan teman-teman mahasiswa lainnya. Karil Maulita dan Nursafitri berhasil memperoleh “2nd Winner Call For Paper Competition 5th Shariah Economic Event South East Asia (SEVENTSEAS)”, Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Jakarta Smart City, serta Best Presentation LKTI Jakarta Smart City yang diadakan oleh BEM FIS UNJ.  Besar harapan mereka untuk dapat merealisasikan ide kreatif mereka. Mereka yakin bahwa program I-BOS yang menerapkan pemberdayaan sharia entrepreneur mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan mendorong perkembangan ekonomi Indonesia.