Program Magang Bersertifikat, Siapkan SDM Siap Kerja

Program Magang Bersertifikat, Siapkan SDM Siap Kerja

Belum lama ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengadakan program magang bersertifikat yang bekerja sama dengan 25 Universitas, di mana Universitas Negeri Jakarta termasuk di dalamnya. Melalui program magang bersertifikat ini, diharapkan mahasiswa mendapatkan pengayaan wawasan dan bekal keterampilan untuk mempersiapkan diri terjun ke dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Dikutip dari akun resmi instagram Kementrian BUMN, @kementrianbumn, program magang bersertifikat ini di bawah naungan Forum Human Capital Indonesia (FHCI).

Pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai anak perusahaan dari Pertamina  telah menghubungi pihak UNJ untuk menyamakan persepsi dan berdiskusi untuk kebutuhan apa saja yang diperlukan agar tercapainya tujuan bersama. PGN adalah sebuah BUMN yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi. Baru setelah dicapai kesepakatan,  dilakukan penandatanganan resmi oleh pihak PGN dan UNJ yang kemudian baru dilaksanakan bagaimana operasionalnya. Adapun beberapa universitas yang melakukan penandatanganan kerja sama dengan PGN adalah Universitas Telkom, Universitas Trisakti, dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Dalam kerja sama ini, nantinya mahasiswa akan difasilitasi dalam mengaplikasikan keilmuannya di dunia kerja, yakni dengan melakukan praktik kerja atau magang di PGN, dan juga memberikan sertifikasi kepada mahasiswa pada saat magang berakhir.

Hingga kini kebutuhan magang ini tersedia untuk jurusan S1 Akuntansi dan S1 Manajemen. Syarat khusus yang dibutuhkan yaitu mahasiswa dengan IPK minimal 3,00 dengan beberapa nilai mata kuliah khusus yang diperlukan sesuai bidang yang dibutuhkan minimal B. Alasan PGN mempertimbangkan nilai karena apabila nilai mahasiswa rendah maka akan memengaruhi produktivitas kerja yang kurang baik.

oppie

(Doc. Pribadi)

“Beberapa kesulitan yang dialami pihak UNJ dengan kerja sama ini adalah permintaan PGN yang ‘di luar rata-rata’ atau dalam artian permintaan PGN yang lebih spesifik dalam proses seleksi akademik dibandingkan dengan BUMN lain. Hal ini membuat pihak UNJ harus benar-benar menyeleksi secara ketat mahasiswa yang ingin magang di PGN ini. Kesulitan lainnya yaitu mencari mahasiswa yang berkomitmen untuk magang dengan jangka waktu yang lama dan belum tersedianya kurikulum yang menyesuaikan,” ujar Ibu Marsofiyati,M.Pd., Koordinator Program Studi D3 Administrasi Perkantoran yang ditemui Selasa (4/9/2018). Harapannya semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan dapat ditangani secara serius oleh pihak universitas, karena hal ini merupakan prospek yang sangat bagus dan merupakan solusi untuk mempersiapkan calon tenaga kerja yang profesional. (VE/RA)